Rabu, 21 Januari 2015

Menjadi Guru Tari bagi Anak Berkebutuhan Khusus :-)

Menjadi Guru Tari bagi Anak Berkebutuhan Khusus





























BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Jumat , 21 November 2014 lalu saya dan teman – teman Semester 1 Pendidikan Seni Tari mengunjungi SLB Negeri 1 Bantul. Hal baru bagi saya ketika bisa bertemu dengan mereka. Saya melihat anak – anak berkebutuhan khusus di sana. Ada anak yang Tunarungu , Tunanetra , Autis , Tunagrahita , Tunadaksa , dan juga saya menemui anak yang Tunawicara.
Ketika saya mencoba berkomunikasi dengan mereka , ternyata saya cukup kesulitan. Menghadapi anak yang tuna wicara contohnya, terasa sulit untuk mengerti apa yang sedang mereka ungkapkan kepada saya. Butuh waktu lama untuk dapat saya mengerti maksud yang ingin anak itu sampaikan. Saya tahu tidak mudah untuk dapat menguasai mereka. Mampu membina mereka dengan baik dan membuat mereka merasa nyaman berada di dekat saya.  
Kemudian beberapa pertanyaan terlintas dalam benak saya “Bagaimana jika nanti ketika saya sudah menjadi guru dan saya ditugaskan untuk mengajar ABK ? , Apa yang akan saya lakukan ? , Dapatkah saya dengan mudah mengajari mereka ? , Bagaimana bisa saya menjadikan senitari bidang yang saya geluti disukai oleh mereka ? Dapatkan saya menjadi guru bagi Anak Berkebutuhan Khusus? ”.
Dalam makalah ini selain saya mencoba untuk menyelesaikan tugas untuk Ujian Akhir Semester dalam Mata Kuliah Pendidikan Inklusif , saya juga mencoba merencanakan hal – hal yang dapat saya lakukan jika nanti saya menjadi pengajar Anak Berkebutuhan Khusus dan membuat seni tari sebagai media saya untuk dapat menjadi guru yang bagi anak – anak berkebutuhan khusus sehingga Anak Berkebutuhan dapat menunjukkan kelebihan mereka walaupun diantara kekurangan yang mereka miliki.      

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana cara pendidik tari mengajari Seni Tari kepada ABK ?
2.      Kendala apa saja yang mungkin dihadapi ketika mengajari ABK Seni Tari ?


C.    Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan utama saya menulis makalah ini adalah untuk menyelesaikan Tugas Ujian Akhir Semester 1 Mata Kuliah Pendidikan Inklusif . Tujuan saya yang lain yaitu agar pendidik Seni Tari mempunyai bayangan bagaimana jika seandainya mereka ditugaskan untuk mengajar ABK , mengenali Seni Tari dan ABK lebih dalam , membuat pendidik Seni Tari mampu mentransfer ilmu yang mereka punyai bagi ABK dan membuat ABK mampu memproses ilmu tersebut agar dapat mereka gunakan untuk menjadikan mereka lebih diantara kekurangan yang mereka miliki.


BAB II
KAJIAN TEORI

1.      Guru (bahasa Indonesia : गुरू  yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah
"berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Dalam arti umum Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

2.      Seni Tari adalah  gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu
tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran.
Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan
memperkuat maksud yang ingin disampaikan.
Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam.Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis.
Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur,yaitu wiraga (raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis. Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.

3.      Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus
yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain adalah tunanetratunarungutunagrahitatunadaksatunalaraskesulitan belajargangguan prilakuanak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat.



Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Jenis dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

1.      Gangguan Penglihatan (Tunanetra)
1.a Gangguan Penglihatan (Low Vition)
1)      Kurang melihat (kabur) tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter
2)      Kesulitan mengambil benda kecil didekatnya
3)      Kerusakan nyata pada bola mata
4)      Sering meraba dan tersandung waktu berjalan
5)      Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/bersisik/kering
6)      Mata bergoyang terus
7)      Peradangan hebat pada kedua bola mata
8)      Tidak dapat menulis mengikuti garis lurus
1.b Tidak Melihat (Tunanetra Total)
Tidak dapat membedakan cahaya

2.      Gangguan Pendengaran (Tunarungu)
2.a Kurang Pendengaran (Hard Of Hearing)Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengarkan
1)                  Banyak perhatian terhadap getaran
2)                  Tidak ada reaksi terhadap bunyi/suara di dekatnya
3)                  Terlambat dalam perkembangan bahasa
4)                  Sering menggunakan isyarat dala berkomunikasi
5)                  Kurang atau tidak tanggap bila diajak bicara

2.b Tuli (Deaf)
Tidak mampu mendengar





3.      Tunagrahita
3.a Kecerdasan
Ringan :
1)      Memiliki IQ 50-70 (dari WISC)
2)      Dua kali berturut – turut tidak naik kelas
3)      Maih mampu membaca , menulis dan berhitung sederhana
4)      Tidak dapat berfikir secara abstrak
5)      Hanya mampu membaca kalimat tunggal
6)      Mengalami kesulitan dalam berhitung sekalipun sederhana

Perilaku Adaptif :
1)      Kurang perhatian terhadap lingkungan
2)      Sulit menyesuaikan diri dengan situasi (interaksi sosial)
Sedang :
1)      Memiliki IQ 25-50 (dari WISC)
2)      Tidak dapat berfikir secara abstrak
3)      Hanya mampu membaca kalimat tunggal
4)      Mengalami kesulitan dalam berhitung sekalipun sederhana

Perilaku Adaptif :
1)      Perkembangan interaksi dan komunikasinya terlambat
2)      Mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru (penyesuaian diri)
3)      Kurang mampu mengurus diri sendiri
Berat :
1)      Hanya memiliki IQ 25-ke bawah (dari WISC)
2)      Hanya mampu membaca satu kata
3)      Sama sekali tidak dapat berfikir secara abstrak







4.      Tunadaksa / Kelainan Anggota Tubuh / Gerak
4.a Polio
1)      Jari – jari tangan kakau dan tak dapat menggengggam
2)      Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasanya
3)      Terdapat kecacatan pada alat gerak
4)      Kesulitan dalam melakukan gerakan (tidak sempurna , tidak lentur dan tidak terkendali)
5)      Anggota gerak kaku , lemah dan layu
4.b Cerebral Palcy (CP) atau Lumpuh Otak
1)      Selain faktor yang ditunjukkan pada Polio juga disertai dalam gangguan otak
2)      Gerak yang ditampilkan kekakuan atau tremor


5.      Tunalaras (Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku)

1)      Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah
2)      Menentang otoritas
3)      Sering melakukan tindakan agresif , merusak , menganggu
4)      Sering bertindak melanggar norma sosial/ norma susila/ hukum dan agama


6.      Anak Berbakat / Memiliki Kemampuan dan Kecerdasan Luar Biasa

1)      Membaca pada usia muda
2)      Membaca lebih cepat dan lebih banyak
3)      Memiliki perbendaharaan kata yang luas
4)      Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
5)      Mempunyai minat yang luas , juga terhadap masalah orang dewasa
6)      Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri
7)      Menunjukkan kesalahan (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
8)      Memberi jawaban , jawaban yang baik
9)      Dapat memberikan banyak gagasan
10)  Luwes dalam berfikir
11)  Terbuka terhadap rangsangan – rangsangan dari lingkungan
12)  Mempunyai pengamatan yang tajam
13)  Dapat berkonsentrasi dalam jangka waktu yang terlalu panjang terutama dalam tugas atau dalam bidang yang diminati
14)  Berfikir kritis juga terhadap diri sendiri
15)  Senang mencoba hal baru
16)  Mempunyai daya abstraksi , konseptualisasi dan sintesis yang tinggi
17)  Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah – masalah
18)  Cepat menangkap hubungan sebab akibat


19)  Berperilaku terarah terhadap tujuan
20)  Mempunyai daya imajinasi yang kuat
21)  Mempunyai banyak kegemaran/hobi
22)  Mempunyai daya ingat yang kuat
23)  Tidak cepat puas dengan prestasinya
24)  Peka (sensitif) serta menggunakan firasat atau intuisi
25)  Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan

7.      Anak Lamban Belajar

1)      Daya tangkap terhadap pelajaran terlambat
2)      Sering lambat dalam menyelesaikan tugas – tugas akademik
3)      Rata – rata prestasi belajar selalu rendah
4)      Pernah tidak naik kelas


8.      Anak yang Mengalami Kesulitan Belajar Spesifik

8.a Anak yang mengalami kesulitan belajar membaca (disleksia)
1)      Perkembangan kemampuan membaca terlambat
2)      Kemampuan memahami isi bacaan rendah
3)      Jika membaca sering terjadi kesalahan
8.b Anak yang mengalami kesulitan menulis (disgrafia)
1)      Jika menyalin tulisan sering terlambat selesai
2)      Sering salah menulis huruf b dengan p , p dengan q , v dengan u , 2 dengan 5 , 6 dengan 9 , dan sebagainya
3)      Hasil tulisannya jelek hampir tidak terbaca
4)      Tulissannya banyak salah/terbalik/huruf hilang
5)      Sulit membedakan bangun geometri


9.      Anak Autis

1)      Kesulitan mengenal dan merespon dengan emosi dan isyarat sosial
2)      Tidak bisa menunjukkan perbedaan ekspresi muka secara jelas
3)      Kurang memiliki perasaan dan empati
4)      Ekspresi emosi yang kaku
5)      Sering menunjukkan perilaku dan meledak – ledak



6)      Menunjukkan perilaku yang bersifat stereotif
7)      Sulit untuk diajak berkomunikasisecara verbal
8)      Cenderung menyendiri
9)      Sering mengabaikan situasi disekelilingnya


10.  Anak Korban Kekerasan dan Narkoba

1)      Muka kelihatan pucat
2)      Murung , suka menyendiri , malu
3)      Perhatian terhadap pelajaran berkurang
4)      Tak mampu berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama
5)      Dalam perawatan dirinya terkesan kacau


11.  Anak dengan Gangguan Komunikasi atau Wicara

1)      Sulit memahami isi pembicaraan orang lain
2)      Sulit mengemukakan ide dan gagasan secara lisan maupun tertulis
3)      Tidak lancar dalm berbicara atau mengemukakan ide
4)      Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi
5)      Menunjukkan gejala gagap atau gugup dalam berbicara
6)      Suaranya parau/payah/aneh
7)      Organ bicaranya tidak normal , misalnya bibir sumbing , lidah terlalu tebal


Studi Literatur

PDF MODUL TOT PENDIDIKAN INKLUSI








BAB III
PEMBAHASAN

1.      Cara pendidik seni tari untuk mengajari seni tari kepada anak berkebutuhan khusus adalah disesuaikan dengan kekurangan yang mereka miliki pula . Contohnya sebagai berikut :

1)      Cara pendidik tari mengajari seni tari anak Tunanetra adalah :

a.       Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak tunanetra tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.      Jika anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
c.       Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
d.      Jika mereka mau melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diirimgi dengan musik
e.       Lepas anak tunanetra tersebut agar mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
f.       Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak tunanetra tersebut semakin terlatih , terbiasa dan bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki

2)      Cara pendidik tari mengajari seni tari anak Tunarungu adalah :

a.         Hal pertama yang bisa dilakukan pengajar seni tari adalah memperlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak tunarungu dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
b.        Pergunakan media seperti laptop , proyektor , hearing group , gambar orang yang mempraktekkan ragam tarian ketika mengajari mereka menari
c.         Laptop untuk memasukkan file ragam gerakan yang akan anak tunarungu tirukan
d.        Proyektor untuk menampilkan file ragam gerakan agar lebih mudah dilihat oleh anak tunarungu
e.         Hearing group untuk memudahkan mereka untuk dapat mendengar iringan yang mereka pakai saat menari
f.         Gambar orang yang mempraktekkan ragam tarian untuk memudahkan mereka melihat bagaimana seharusnya tubuh mereka terbentuk
g.        Jika mereka masih kesulitan pegang tubuh mereka dan menarilah sambil memegang mereka


h.        Jika mereka bisa melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik dengan media hearing group
i.          Lepas anak tunarungu tersebut agar mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
j.          Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak tunarungu tersebut semakin terlatih , terbiasa dan bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki

3)      Cara pendidik tari mengajari seni tari anak Tunagrahita adalah :

a.       Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak tunagrahita tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.      Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak tunagrahita dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.       Jika anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.      Kontrol emosi mereka , dan buat mereka merasa senang dengan apa yang mereka lakukan
e.       Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
f.       Jika mereka mau melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.      Lepas anak tunagrahita tersebut agar mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
h.      Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang lebih banyak dari anak yang bergangguan lain karena kecerdasan mereka berbeda
i.        Jika semakin terlatih dan terbiasa mereka bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki


4)      Cara pendidik tari mengajari seni tari anak Tunadaksa adalah :

a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak tunadaksa tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video penderita tunadaksa menari dipanggung , sehingga anak tunadaksa dapat melihat bagaimana orang yang sama seperti mereka menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Jika anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.        Ciptakan tarian dengan keterbatasan yang mereka miliki
e.         Butlah kursi roda atau tongkat yang mereka gunakan juga bermanfaat ketika menari
f.         Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
g.        Jika mereka mau melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
h.        Biarkan anak tunadaksa tersebut melakukannya sendiri kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
i.          Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak tunadaksa tersebut semakin terlatih , terbiasa dan bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki


5)      Cara pendidik tari mengajari seni tari anak Tunalaras adalah :
(cara mendidik anak tunagrahita hampir sama dengan mendidik anak tunalaras)
a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak tunalaras tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak tunalaras dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Jika anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.        Kontrol emosi mereka , dan buat mereka merasa senang dengan apa yang mereka lakukan
e.         Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
f.         Jika mereka mau melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.        Lepas anak tunalaras tersebut agar mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
h.        Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak tunalaras tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari ditengah – tengah keterbatasan yang mereka miliki
  
6)      Cara pendidik seni tari mengajari tari Anak Berbakat / Memiliki Kemampuan dan Kecerdasan Luar Biasa

a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Lakukan olah tubuh agar tubuh mereka menjadi lemas
d.        Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
e.         Lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
f.         Biarkanlah mereka melakukannya sendiri , karena mereka termasuk anak – anak yang mudah menyerap pelajaran  , namun tetaplah benahi ketika mereka salah dalam melakukan gerakan
g.        Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari

7)      Cara pendidik seni tari mengajari tari anak Lamban Belajar :

a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak lamban belajar tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak lamban belajar dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Gunakan kata “Pelan tapi Pasti” ketika mengajari anak lamban belajar menari
d.        Jika anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
e.         Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
f.         Lakukan perlahan – lahan agar mereka mampu menyerap pelajaran yang diberikan terlebih dahulu
g.        Jika mereka mampu melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
h.        Biarkan anak lamban belajar melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
i.          Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak lamban belajar tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari

8)      Cara pendidik seni tari mengajari tari anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik :

                                     a.        Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak berkesulitan belajar spesifik tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
                              b.       Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak berkesulitan belajar spesifik dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
                                     c.          Lakukan olah tubuh agar tubuh mereka menjadi lemas
                                    d.          Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
                                     e.          Lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
                                      f.          Hindari membuat mereka bosan , sesekali belajar di alam
                                     g.          Biarkanlah mereka menari sendiri sambil guru mengawasi yang mereka lakukan serta benahi gerakan yang salah
                                     h.          Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang namun tidak monoton agar anak berkesulitan belajar spesifik tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari


9)      Cara pendidik seni tari mengajari tari Anak Autis :

a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak autis tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak autis dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Mulai dengan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka menjadi lemas , sambil pegang tangan mereka , dan mula – mula kontrol gerakan mereka
d.        Buat mereka merasa senang dengan apa yang mereka lakukan
e.         Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
f.         Jika mereka bisa melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.        Biarkan anak autis melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
h.        Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak autis tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki







10)  Cara pendidik seni tari mengajari tari anak korban kekerasan dan narkoba :

                                     a.          Anak korban kekerasan pasti merasa trauma dan anak yang pernah tersangkut kasus penggunaan narkoba pasti merasa malu , untuk itu kenalilah dulu mereka
                                     b.          Kemudian buatlah mereka mengenali diri anda , biarkan mereka tahu materi yang anda akan ajarkan kepada mereka
                                     c.          Butuh waktu untuk mengajari mereka , mulai dengan ajarkan gerakan – gerakan yang mudah mereka cerna
                                    d.          Gunakanlah media yang membuat mereka senang
                                     e.          Lakukanlah olah tubuh , biarkan mereka menirukan gerakan anda sehingga tubuh mereka menjadi lemas
                                      f.          Biarkan mereka mengikuti apa yang anda tarikan
                                     g.          Ulangi tarian tersebut , sesekali ajak mereka menyaksikan video orang – orang menari dan motivasi – motivasi agar mereka senang
                                     h.          Lakukan latihan menari berulang – ulang hingga mereka paham tentang tarian yang anda ajarkan sehingga mereka akan merasa bahagia dan bisa melupakan keburukan yang pernah mereka rasakan dan mereka alami


11)  Cara pendidik tari mengajari anak dengan gangguan komunikasi dan wicara :

a.         Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik agar anak dengan gangguan komunikasi dan wicara tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.        Perlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga mereka dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.         Mulai dengan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka menjadi lemas , sambil pegang tangan mereka , dan mula – mula kontrol gerakan mereka
d.        Ajarkan satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki , lakukan hal tersebut pelan – pelan
e.         Buatlah isyarat sendiri agar mereka paham
f.         Jika mereka bisa melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.        Biarkan anak dengan gangguan komunikasi dan wicara melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka melakukan kesalahan
h.        Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang agar anak dengan gangguan komunikasi dan wicara tersebut tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki





2.      Kendala – kendala yang mungkin dihadapi ketika pendidik tari mengajari Anak
Berkebutuhan Khusus Seni Tari di antaranya :

a.         Minat Anak Berkebutuhan Khusus yang kurang terhadap tari
b.        Anak Berkebutuhan Khusus yang malas untuk mengikuti pelajaran
c.         Anak Berkebutuhan Khusus mudah lelah ketika diajarkan
d.        Anak Berkebutuhan Khusus yang sulit dikontrol
e.         Rasa malu Anak Berkebutuhan Khusus pada hal baru yang eblum mereka kenal dan mereka anggap menyeramkan
f.         Anak Berkebutuhan Khusus mudah merasa bosan
g.        Intelegensi yang kurang sehingga sulit cukup untuk mentransfer ilmu kepada Anak Berkebutuhan Khusus dan membutuhkan waktu yang cukup lama

h.        Anak Berkebutuhan Khusus merasa gerakan yang diajarkan terlalu sulit dilakukan
i.          Metode yang diajarkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus kurang tepat
j.          Anak Berkebutuhan Khusus tidak menyukai pendidiknya

























BAB IV
PENUTUP

A.Kesimpulan

1.      Mengajari Seni Tari Anak Berkebutuhan Khusus berbeda dengan mengajari Seni Tari
anak normal pada umumnya , jelas lebih mudah mengajari Seni Tari anak normal . Anak Berkebutuhan Khusus mempunyai gangguan yang berbeda – beda pula.
Namun demikian bukan berarti Anak Berkebutuhan Khusus tidak layak untuk mempelajari Seni Tari . Oleh karena itu hal yang bisa saya lakukan jika saya menjadi pendidik Seni Tari di sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus , hal yang akan saya lakukan seperti yang telah saya jabarkan diatas.
Perlakuan saya terhadap Anak Berkebutuhan Khusus pasti berbeda – beda , terganttung gangguan yang mereka alami . Seperti misalnya pada anak tunanetra  , tunagrahita , tunalaras , anak autis , anak lamban belajar , anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dan anak dengan gangguan komunikasi dan wicara , saya akan memegang tangan mereka satu – persatu kemudian membuat mereka menirukan yang saya lakukan . Pada anak tunarungu dengan cara menggunakan media seperti hearing group sehingga membuat mereka bisa mendengarkan iringan tari tersebut dan kemudian menirukan gerakan yang saya lakukan. Pada anak tunadaksa saya akan menciptakan tarian yang khusus untuk mereka sehingga mereka dapat memanfaatkan alat bantu mereka seperti tongkat atau kursi roda untuk menari. Pada anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa yaitu dengan cara mencontohkan gerakkan kepada mereka beberapa kali , membiarkan mereka mempraktekkannya dan kemudian mengawasi mereka menari sambil membenahi mereka jika mereka salah melakukan gerakan. Berbeda lagi perlakuan saya kepada anak korban kekerasan dan anak yang pernah berurusan dengan narkoba , karena mereka pasti pemalu dan mungkin saja masih trauma dengan apa yang mereka alami , kenali dulu mereka , ajak mereka bicara dan kemudian pada akhirnyan kenalkan Seni Tari kepada mereka .
Perlakuan dan pengajaran kepada Anak Bekebutuhan Khusus berbeda – beda , sesuai dengan gangguan yang mereka alami atau pernah mereka alami . Namun pada intinya yang harus kita lakukan jika menjadi pendidik Seni Tari untuk Anak Berkebutuhan Khusus adalah memiliki dan menggunakan metode yang tepat untuk mengajari mereka dengan gangguan yang mereka alami , mengajak mereka untuk mengenal hal baru , membuat mereka merasa nyaman dengan kehadiran kita sebagai gurunya , belajar di tempat yang menarik sesekali , mengunjungi tempat – tempat yang berhubungan dengan Seni Tari , menyaksikan tayangan – tayangan tentang Seni Tari atau tayangan – tayangan yang menggugah motivasi mereka dan mengajarkan mereka untuk mensyukuri kehidupan ditengah kekurangan yang mereka miliki.



2.      Dalam melakukan suatu hal pasti ada kendalanya . Dalam mengajari Seni Tari kepada
Anak Berkebutuhan Khusus Kendala yang mungkin pendidik tari hadapi adalah sebagai berikut :
1)             Minat Anak Berkebutuhan Khusus yang kurang terhadap tari
2)             Anak Berkebutuhan Khusus yang malas untuk mengikuti pelajaran
3)             Anak Berkebutuhan Khusus mudah lelah ketika diajarkan
4)             Anak Berkebutuhan Khusus yang sulit dikontrol
5)             Rasa malu Anak Berkebutuhan Khusus pada hal baru yang eblum mereka kenal dan mereka anggap menyeramkan
6)             Anak Berkebutuhan Khusus mudah merasa bosan
7)             Intelegensi yang kurang sehingga sulit cukup untuk mentransfer ilmu kepada Anak Berkebutuhan Khusus dan membutuhkan waktu yang cukup lama
8)             Anak Berkebutuhan Khusus merasa gerakan yang diajarkan terlalu sulit dilakukan
9)             Metode yang diajarkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus kurang tepat
10)         Anak Berkebutuhan Khusus tidak menyukai pendidiknya


B. Saran

1)             Berusahalah mengenali Anak Berkebutuhan Khusus terlebih dahulu , mengerti dan memahami hal yang mereka rasakan bersabarlah lebih banyak ketika mengajari mereka
2)             Ciptakanlah metode yang tepat sesuai hal yang terdapat dalam Seni Tari , ciptaakan juga suasana yang baik diantara guru dan murid agar mereka merasa aman dan nyaman berada didekat kita
3)             Berikan hati kita kepada mereka , maksudnya adalah mengajarkan mereka sepenuh hati , ikhlas untuk mengabdikan diri kepada mereka , agar apa kita berikan kepada mereka dapat mereka terima dengan baik dan menjadikan mereka pribadi yang lebih baik
4)             Transfer energi positif yang pendidik tari miliki agar Anak Berkebutuhan Khusus tidak rendah diri terhadap kekurangan yang mereka miliki namun bahagia dan merasakan keindahan hidup di dunia ini melalui menari.   








Daftar Pustaka

PDF MODUL TOT PENDIDIKAN INKLUSI
://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=kendala+ketika+mengajar+tari
http://ridhojordanf1993.blogspot.com/2013/04/kesulitan-belajar-anak-berkebutuhan.html            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar