Menjadi
Guru Tari bagi Anak Berkebutuhan Khusus
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jumat
, 21 November 2014 lalu saya dan teman – teman Semester 1 Pendidikan Seni Tari mengunjungi
SLB Negeri 1 Bantul. Hal baru bagi saya ketika bisa bertemu dengan mereka. Saya
melihat anak – anak berkebutuhan khusus di sana. Ada anak yang Tunarungu ,
Tunanetra , Autis , Tunagrahita , Tunadaksa , dan juga saya menemui anak yang
Tunawicara.
Ketika
saya mencoba berkomunikasi dengan mereka , ternyata saya cukup kesulitan. Menghadapi
anak yang tuna wicara contohnya, terasa sulit untuk mengerti apa yang sedang
mereka ungkapkan kepada saya. Butuh waktu lama untuk dapat saya mengerti maksud
yang ingin anak itu sampaikan. Saya tahu tidak mudah untuk dapat menguasai
mereka. Mampu membina mereka dengan baik dan membuat mereka merasa nyaman
berada di dekat saya.
Kemudian
beberapa pertanyaan terlintas dalam benak saya “Bagaimana jika nanti ketika
saya sudah menjadi guru dan saya ditugaskan untuk mengajar ABK ? , Apa yang
akan saya lakukan ? , Dapatkah saya dengan mudah mengajari mereka ? , Bagaimana
bisa saya menjadikan senitari bidang yang saya geluti disukai oleh mereka ?
Dapatkan saya menjadi guru bagi Anak Berkebutuhan Khusus? ”.
Dalam
makalah ini selain saya mencoba untuk menyelesaikan tugas untuk Ujian Akhir
Semester dalam Mata Kuliah Pendidikan Inklusif , saya juga mencoba merencanakan
hal – hal yang dapat saya lakukan jika nanti saya menjadi pengajar Anak
Berkebutuhan Khusus dan membuat seni tari sebagai media saya untuk dapat
menjadi guru yang bagi anak – anak berkebutuhan khusus sehingga Anak
Berkebutuhan dapat menunjukkan kelebihan mereka walaupun diantara kekurangan
yang mereka miliki.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
cara pendidik tari mengajari Seni Tari kepada ABK ?
2. Kendala
apa saja yang mungkin dihadapi ketika mengajari ABK Seni Tari ?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan
utama saya menulis makalah ini adalah untuk menyelesaikan Tugas Ujian Akhir
Semester 1 Mata Kuliah Pendidikan Inklusif . Tujuan saya yang lain yaitu agar
pendidik Seni Tari mempunyai bayangan bagaimana jika seandainya mereka
ditugaskan untuk mengajar ABK , mengenali Seni Tari dan ABK lebih dalam ,
membuat pendidik Seni Tari mampu mentransfer ilmu yang mereka punyai bagi ABK
dan membuat ABK mampu memproses ilmu tersebut agar dapat mereka gunakan untuk
menjadikan mereka lebih diantara kekurangan yang mereka miliki.
BAB II
KAJIAN TEORI
1. Guru (bahasa Indonesia : गुरू
yang berarti guru,
tetapi arti secara harfiahnya
adalah
"berat") adalah seorang
pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia guru umumnya merujuk
pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Dalam arti umum Guru adalah pendidik
dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam
kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang
mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
2. Seni Tari
adalah gerak tubuh secara berirama yang
dilakukan di tempat dan waktu
tertentu untuk keperluan pergaulan,
mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran.
Bunyi-bunyian yang disebut musik
pengiring tari mengatur gerakan penari dan
memperkuat maksud yang ingin
disampaikan.
Gerakan tari berbeda dari gerakan
sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam.Gerak di dalam tari
bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk
ekspresif dan estetis.
Sebuah tarian sebenarnya merupakan
perpaduan dari beberapa buah unsur,yaitu wiraga (raga), Wirama (irama), dan
Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis.
Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota
badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari
dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.
3.
Anak
berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus
yang berbeda dengan anak pada umumnya
tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang
termasuk kedalam ABK antara lain adalah tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan
belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Istilah
lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat.
Karena
karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan
pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka,
contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi
menggunakan bahasa isyarat.
Jenis dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus
1.
Gangguan Penglihatan
(Tunanetra)
1.a Gangguan
Penglihatan (Low Vition)
1)
Kurang melihat (kabur) tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter
2)
Kesulitan mengambil benda kecil didekatnya
3)
Kerusakan nyata pada bola mata
4)
Sering meraba dan tersandung waktu berjalan
5)
Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/bersisik/kering
6)
Mata bergoyang terus
7)
Peradangan hebat pada kedua bola mata
8)
Tidak dapat menulis mengikuti garis lurus
1.b Tidak Melihat (Tunanetra Total)
Tidak dapat membedakan cahaya
2. Gangguan Pendengaran (Tunarungu)
2.a Kurang Pendengaran
(Hard Of Hearing)Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengarkan
1)
Banyak perhatian terhadap getaran
2)
Tidak ada reaksi terhadap bunyi/suara di dekatnya
3)
Terlambat dalam perkembangan bahasa
4)
Sering menggunakan isyarat dala berkomunikasi
5)
Kurang atau tidak tanggap bila diajak bicara
2.b Tuli (Deaf)
Tidak mampu mendengar
3. Tunagrahita
3.a Kecerdasan
Ringan :
1)
Memiliki IQ 50-70 (dari WISC)
2)
Dua kali berturut – turut tidak naik kelas
3)
Maih mampu membaca , menulis dan berhitung sederhana
4)
Tidak dapat berfikir secara abstrak
5)
Hanya mampu membaca kalimat tunggal
6)
Mengalami kesulitan dalam berhitung sekalipun sederhana
Perilaku Adaptif :
1)
Kurang perhatian terhadap lingkungan
2)
Sulit menyesuaikan diri dengan situasi (interaksi sosial)
Sedang :
1)
Memiliki IQ 25-50 (dari WISC)
2)
Tidak dapat berfikir secara abstrak
3)
Hanya mampu membaca kalimat tunggal
4)
Mengalami kesulitan dalam berhitung sekalipun sederhana
Perilaku Adaptif :
1)
Perkembangan interaksi dan komunikasinya
terlambat
2)
Mengalami kesulitan untuk beradaptasi
dengan lingkungan yang baru (penyesuaian diri)
3)
Kurang mampu mengurus diri sendiri
Berat :
1)
Hanya memiliki IQ 25-ke bawah (dari
WISC)
2)
Hanya mampu membaca satu kata
3)
Sama sekali tidak dapat berfikir secara
abstrak
4. Tunadaksa / Kelainan Anggota Tubuh
/ Gerak
4.a Polio
1)
Jari – jari tangan kakau dan tak dapat
menggengggam
2)
Terdapat bagian anggota gerak yang tidak
lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasanya
3)
Terdapat kecacatan pada alat gerak
4)
Kesulitan dalam melakukan gerakan (tidak
sempurna , tidak lentur dan tidak terkendali)
5)
Anggota gerak kaku , lemah dan layu
4.b Cerebral Palcy (CP)
atau Lumpuh Otak
1)
Selain faktor yang ditunjukkan pada
Polio juga disertai dalam gangguan otak
2)
Gerak yang ditampilkan kekakuan atau
tremor
5.
Tunalaras
(Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku)
1)
Mudah terangsang
emosinya/emosional/mudah marah
2)
Menentang otoritas
3)
Sering melakukan tindakan agresif ,
merusak , menganggu
4)
Sering bertindak melanggar norma sosial/
norma susila/ hukum dan agama
6.
Anak
Berbakat / Memiliki Kemampuan dan Kecerdasan Luar Biasa
1) Membaca
pada usia muda
2) Membaca
lebih cepat dan lebih banyak
3) Memiliki
perbendaharaan kata yang luas
4) Mempunyai
rasa ingin tahu yang kuat
5) Mempunyai
minat yang luas , juga terhadap masalah orang dewasa
6) Mempunyai
inisiatif dan dapat bekerja sendiri
7) Menunjukkan
kesalahan (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
8) Memberi
jawaban , jawaban yang baik
9) Dapat
memberikan banyak gagasan
10) Luwes
dalam berfikir
11) Terbuka
terhadap rangsangan – rangsangan dari lingkungan
12) Mempunyai
pengamatan yang tajam
13) Dapat
berkonsentrasi dalam jangka waktu yang terlalu panjang terutama dalam tugas
atau dalam bidang yang diminati
14) Berfikir
kritis juga terhadap diri sendiri
15) Senang
mencoba hal baru
16) Mempunyai
daya abstraksi , konseptualisasi dan sintesis yang tinggi
17) Senang
terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah – masalah
18) Cepat
menangkap hubungan sebab akibat
19) Berperilaku
terarah terhadap tujuan
20) Mempunyai
daya imajinasi yang kuat
21) Mempunyai
banyak kegemaran/hobi
22) Mempunyai
daya ingat yang kuat
23) Tidak
cepat puas dengan prestasinya
24) Peka
(sensitif) serta menggunakan firasat atau intuisi
25) Menginginkan
kebebasan dalam gerakan dan tindakan
7.
Anak
Lamban Belajar
1)
Daya tangkap terhadap pelajaran terlambat
2)
Sering lambat dalam menyelesaikan tugas
– tugas akademik
3)
Rata – rata prestasi belajar selalu
rendah
4)
Pernah tidak naik kelas
8.
Anak
yang Mengalami Kesulitan Belajar Spesifik
8.a Anak yang mengalami
kesulitan belajar membaca (disleksia)
1)
Perkembangan kemampuan membaca terlambat
2)
Kemampuan memahami isi bacaan rendah
3)
Jika membaca sering terjadi kesalahan
8.b Anak yang mengalami
kesulitan menulis (disgrafia)
1)
Jika menyalin tulisan sering terlambat
selesai
2)
Sering salah menulis huruf b dengan p ,
p dengan q , v dengan u , 2 dengan 5 , 6 dengan 9 , dan sebagainya
3)
Hasil tulisannya jelek hampir tidak
terbaca
4)
Tulissannya banyak salah/terbalik/huruf
hilang
5)
Sulit membedakan bangun geometri
9.
Anak
Autis
1)
Kesulitan mengenal dan merespon dengan
emosi dan isyarat sosial
2)
Tidak bisa menunjukkan perbedaan
ekspresi muka secara jelas
3)
Kurang memiliki perasaan dan empati
4)
Ekspresi emosi yang kaku
5)
Sering menunjukkan perilaku dan meledak
– ledak
6)
Menunjukkan perilaku yang bersifat
stereotif
7)
Sulit untuk diajak berkomunikasisecara
verbal
8)
Cenderung menyendiri
9)
Sering mengabaikan situasi
disekelilingnya
10. Anak Korban Kekerasan dan Narkoba
1)
Muka kelihatan pucat
2)
Murung , suka menyendiri , malu
3)
Perhatian terhadap pelajaran berkurang
4)
Tak mampu berkonsentrasi dalam waktu
yang cukup lama
5)
Dalam perawatan dirinya terkesan kacau
11. Anak dengan Gangguan Komunikasi
atau Wicara
1)
Sulit memahami isi pembicaraan orang
lain
2)
Sulit mengemukakan ide dan gagasan
secara lisan maupun tertulis
3)
Tidak lancar dalm berbicara atau
mengemukakan ide
4)
Sering menggunakan isyarat dalam
berkomunikasi
5)
Menunjukkan gejala gagap atau gugup
dalam berbicara
6)
Suaranya parau/payah/aneh
7)
Organ bicaranya tidak normal , misalnya
bibir sumbing , lidah terlalu tebal
Studi Literatur
PDF MODUL TOT
PENDIDIKAN INKLUSI
BAB
III
PEMBAHASAN
1. Cara
pendidik seni tari untuk mengajari seni tari kepada anak berkebutuhan khusus adalah
disesuaikan dengan kekurangan yang mereka miliki pula . Contohnya sebagai
berikut :
1)
Cara pendidik tari mengajari seni tari
anak Tunanetra adalah :
a. Memperdengarkan
iringan / lagu yang menarik agar anak tunanetra tersebut tertarik untuk
mengikuti pelajaran seni tari
b. Jika
anak sudah bersedia atau mau belajar seni tari , kita mulai dengan memegang
tubuh mereka dan melakukan olah tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu
dan tidak kaku
c. Ajarkan
satu – persatu gerakan , selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak
kepala , gerak tangan kemudian gerak kaki
d. Jika
mereka mau melakukan gerakan itu , lakukanlah gerakan diirimgi dengan musik
e. Lepas
anak tunanetra tersebut agar mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai
guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka
lakukan salah
f. Lakukanlah
hal tersebut berulang – ulang agar anak tunanetra tersebut semakin terlatih ,
terbiasa dan bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka
miliki
2) Cara
pendidik tari mengajari seni tari anak Tunarungu adalah :
a.
Hal pertama yang bisa dilakukan pengajar
seni tari adalah memperlihatkan video orang menari dipanggung , sehingga anak
tunarungu dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni
tari
b.
Pergunakan media seperti laptop ,
proyektor , hearing group , gambar orang yang mempraktekkan ragam tarian ketika
mengajari mereka menari
c.
Laptop untuk memasukkan file ragam
gerakan yang akan anak tunarungu tirukan
d.
Proyektor untuk menampilkan file ragam
gerakan agar lebih mudah dilihat oleh anak tunarungu
e.
Hearing group untuk memudahkan mereka
untuk dapat mendengar iringan yang mereka pakai saat menari
f.
Gambar orang yang mempraktekkan ragam
tarian untuk memudahkan mereka melihat bagaimana seharusnya tubuh mereka terbentuk
g.
Jika mereka masih kesulitan pegang tubuh
mereka dan menarilah sambil memegang mereka
h.
Jika mereka bisa melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik dengan media hearing group
i.
Lepas anak tunarungu tersebut agar
mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan
membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
j.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak tunarungu tersebut semakin terlatih , terbiasa dan bisa menjadi mahir
menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki
3) Cara
pendidik tari mengajari seni tari anak Tunagrahita adalah :
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak tunagrahita tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni
tari
b.
Perlihatkan video orang menari
dipanggung , sehingga anak tunagrahita dapat melihat bagaimana orang menari dan
tertarik untuk belajar seni tari
c.
Jika anak sudah bersedia atau mau
belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah
tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.
Kontrol emosi mereka , dan buat mereka
merasa senang dengan apa yang mereka lakukan
e.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
f.
Jika mereka mau melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.
Lepas anak tunagrahita tersebut agar
mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan
membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
h.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
lebih banyak dari anak yang bergangguan lain karena kecerdasan mereka berbeda
i.
Jika semakin terlatih dan terbiasa
mereka bisa menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka
miliki
4) Cara
pendidik tari mengajari seni tari anak Tunadaksa adalah :
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak tunadaksa tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni
tari
b.
Perlihatkan video penderita tunadaksa
menari dipanggung , sehingga anak tunadaksa dapat melihat bagaimana orang yang
sama seperti mereka menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.
Jika anak sudah bersedia atau mau
belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah
tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.
Ciptakan tarian dengan keterbatasan yang
mereka miliki
e.
Butlah kursi roda atau tongkat yang
mereka gunakan juga bermanfaat ketika menari
f.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
g.
Jika mereka mau melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
h.
Biarkan anak tunadaksa tersebut melakukannya
sendiri kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika
gerakan yang mereka lakukan salah
i.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak tunadaksa tersebut semakin terlatih , terbiasa dan bisa menjadi mahir
menari walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki
5) Cara
pendidik tari mengajari seni tari anak Tunalaras adalah :
(cara
mendidik anak tunagrahita hampir sama dengan mendidik anak tunalaras)
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak tunalaras tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni
tari
b.
Perlihatkan video orang menari dipanggung
, sehingga anak tunalaras dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik
untuk belajar seni tari
c.
Jika anak sudah bersedia atau mau
belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah
tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
d.
Kontrol emosi mereka , dan buat mereka
merasa senang dengan apa yang mereka lakukan
e.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
f.
Jika mereka mau melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.
Lepas anak tunalaras tersebut agar
mereka melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan
membenahi mereka ketika gerakan yang mereka lakukan salah
h.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak tunalaras tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir
menari ditengah – tengah keterbatasan yang mereka miliki
6) Cara
pendidik seni tari mengajari tari Anak Berbakat / Memiliki Kemampuan dan
Kecerdasan Luar Biasa
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang menarik
agar anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa tersebut
tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.
Perlihatkan video orang menari dipanggung
, sehingga anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dapat
melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.
Lakukan olah tubuh agar tubuh mereka
menjadi lemas
d.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
e.
Lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
f.
Biarkanlah mereka melakukannya sendiri ,
karena mereka termasuk anak – anak yang mudah menyerap pelajaran , namun tetaplah benahi ketika mereka salah
dalam melakukan gerakan
g.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak berbakat / memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa tersebut
semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari
7) Cara
pendidik seni tari mengajari tari anak Lamban Belajar :
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak lamban belajar tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran
seni tari
b.
Perlihatkan video orang menari
dipanggung , sehingga anak lamban belajar dapat melihat bagaimana orang menari
dan tertarik untuk belajar seni tari
c.
Gunakan kata “Pelan tapi Pasti” ketika
mengajari anak lamban belajar menari
d.
Jika anak sudah bersedia atau mau
belajar seni tari , kita mulai dengan memegang tubuh mereka dan melakukan olah
tubuh agar tubuh mereka lemas terlebih dahulu dan tidak kaku
e.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
f.
Lakukan perlahan – lahan agar mereka
mampu menyerap pelajaran yang diberikan terlebih dahulu
g.
Jika mereka mampu melakukan gerakan itu
, lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
h.
Biarkan anak lamban belajar melakukannya
sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka
ketika gerakan yang mereka lakukan salah
i.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak lamban belajar tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir
menari
8) Cara
pendidik seni tari mengajari tari anak yang mengalami kesulitan belajar
spesifik :
a. Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak berkesulitan belajar spesifik tersebut tertarik untuk
mengikuti pelajaran seni tari
b. Perlihatkan video orang menari dipanggung
, sehingga anak berkesulitan belajar spesifik dapat melihat bagaimana orang
menari dan tertarik untuk belajar seni tari
c.
Lakukan olah tubuh agar tubuh mereka
menjadi lemas
d.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
e.
Lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
f.
Hindari membuat mereka bosan , sesekali
belajar di alam
g.
Biarkanlah mereka menari sendiri sambil
guru mengawasi yang mereka lakukan serta benahi gerakan yang salah
h.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
namun tidak monoton agar anak berkesulitan belajar spesifik tersebut semakin
terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari
9) Cara
pendidik seni tari mengajari tari Anak Autis :
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak autis tersebut tertarik untuk mengikuti pelajaran seni tari
b.
Perlihatkan video orang menari dipanggung
, sehingga anak autis dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik untuk
belajar seni tari
c.
Mulai dengan melakukan olah tubuh agar
tubuh mereka menjadi lemas , sambil pegang tangan mereka , dan mula – mula
kontrol gerakan mereka
d.
Buat mereka merasa senang dengan apa
yang mereka lakukan
e.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki
f.
Jika mereka bisa melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.
Biarkan anak autis melakukannya sendiri
, kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka dan membenahi mereka ketika
gerakan yang mereka lakukan salah
h.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak autis tersebut semakin terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari
walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki
10) Cara
pendidik seni tari mengajari tari anak korban kekerasan dan narkoba :
a.
Anak korban kekerasan pasti merasa
trauma dan anak yang pernah tersangkut kasus penggunaan narkoba pasti merasa
malu , untuk itu kenalilah dulu mereka
b.
Kemudian buatlah mereka mengenali diri
anda , biarkan mereka tahu materi yang anda akan ajarkan kepada mereka
c.
Butuh waktu untuk mengajari mereka , mulai
dengan ajarkan gerakan – gerakan yang mudah mereka cerna
d.
Gunakanlah media yang membuat mereka
senang
e.
Lakukanlah olah tubuh , biarkan mereka
menirukan gerakan anda sehingga tubuh mereka menjadi lemas
f.
Biarkan mereka mengikuti apa yang anda
tarikan
g.
Ulangi tarian tersebut , sesekali ajak
mereka menyaksikan video orang – orang menari dan motivasi – motivasi agar
mereka senang
h.
Lakukan latihan menari berulang – ulang
hingga mereka paham tentang tarian yang anda ajarkan sehingga mereka akan
merasa bahagia dan bisa melupakan keburukan yang pernah mereka rasakan dan
mereka alami
11) Cara
pendidik tari mengajari anak dengan gangguan komunikasi dan wicara :
a.
Memperdengarkan iringan / lagu yang
menarik agar anak dengan gangguan komunikasi dan wicara tersebut tertarik untuk
mengikuti pelajaran seni tari
b.
Perlihatkan video orang menari
dipanggung , sehingga mereka dapat melihat bagaimana orang menari dan tertarik
untuk belajar seni tari
c.
Mulai dengan melakukan olah tubuh agar
tubuh mereka menjadi lemas , sambil pegang tangan mereka , dan mula – mula
kontrol gerakan mereka
d.
Ajarkan satu – persatu gerakan ,
selangkah demi selangkah , misalnya dimulai dari gerak kepala , gerak tangan
kemudian gerak kaki , lakukan hal tersebut pelan – pelan
e.
Buatlah isyarat sendiri agar mereka
paham
f.
Jika mereka bisa melakukan gerakan itu ,
lakukanlah gerakan diiringi dengan musik
g.
Biarkan anak dengan gangguan komunikasi
dan wicara melakukannya sendiri , kemudian sebagai guru kita mengawasi mereka
dan membenahi mereka ketika gerakan yang mereka melakukan kesalahan
h.
Lakukanlah hal tersebut berulang – ulang
agar anak dengan gangguan komunikasi dan wicara tersebut tersebut semakin
terlatih , terbiasa dan menjadi mahir menari walaupun dengan keterbatasan yang
mereka miliki
2. Kendala
– kendala yang mungkin dihadapi ketika pendidik tari mengajari Anak
Berkebutuhan Khusus
Seni Tari di antaranya :
a.
Minat Anak Berkebutuhan Khusus yang
kurang terhadap tari
b.
Anak Berkebutuhan Khusus yang malas
untuk mengikuti pelajaran
c.
Anak Berkebutuhan Khusus mudah lelah
ketika diajarkan
d.
Anak Berkebutuhan Khusus yang sulit
dikontrol
e.
Rasa malu Anak Berkebutuhan Khusus pada
hal baru yang eblum mereka kenal dan mereka anggap menyeramkan
f.
Anak Berkebutuhan Khusus mudah merasa
bosan
g.
Intelegensi yang kurang sehingga sulit
cukup untuk mentransfer ilmu kepada Anak Berkebutuhan Khusus dan membutuhkan
waktu yang cukup lama
h.
Anak Berkebutuhan Khusus merasa gerakan
yang diajarkan terlalu sulit dilakukan
i.
Metode yang diajarkan kepada Anak Berkebutuhan
Khusus kurang tepat
j.
Anak Berkebutuhan Khusus tidak menyukai
pendidiknya
BAB
IV
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.
Mengajari Seni Tari Anak Berkebutuhan
Khusus berbeda dengan mengajari Seni Tari
anak normal pada
umumnya , jelas lebih mudah mengajari Seni Tari anak normal . Anak Berkebutuhan
Khusus mempunyai gangguan yang berbeda – beda pula.
Namun
demikian bukan berarti Anak Berkebutuhan Khusus tidak layak untuk mempelajari
Seni Tari . Oleh karena itu hal yang bisa saya lakukan jika saya menjadi
pendidik Seni Tari di sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus , hal yang akan
saya lakukan seperti yang telah saya jabarkan diatas.
Perlakuan
saya terhadap Anak Berkebutuhan Khusus pasti berbeda – beda , terganttung
gangguan yang mereka alami . Seperti misalnya pada anak tunanetra , tunagrahita , tunalaras , anak autis , anak
lamban belajar , anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dan anak dengan
gangguan komunikasi dan wicara , saya akan memegang tangan mereka satu –
persatu kemudian membuat mereka menirukan yang saya lakukan . Pada anak
tunarungu dengan cara menggunakan media seperti hearing group sehingga membuat
mereka bisa mendengarkan iringan tari tersebut dan kemudian menirukan gerakan
yang saya lakukan. Pada anak tunadaksa saya akan menciptakan tarian yang khusus
untuk mereka sehingga mereka dapat memanfaatkan alat bantu mereka seperti
tongkat atau kursi roda untuk menari. Pada anak berbakat / memiliki kemampuan
dan kecerdasan luar biasa yaitu dengan cara mencontohkan gerakkan kepada mereka
beberapa kali , membiarkan mereka mempraktekkannya dan kemudian mengawasi
mereka menari sambil membenahi mereka jika mereka salah melakukan gerakan. Berbeda
lagi perlakuan saya kepada anak korban kekerasan dan anak yang pernah berurusan
dengan narkoba , karena mereka pasti pemalu dan mungkin saja masih trauma
dengan apa yang mereka alami , kenali dulu mereka , ajak mereka bicara dan
kemudian pada akhirnyan kenalkan Seni Tari kepada mereka .
Perlakuan
dan pengajaran kepada Anak Bekebutuhan Khusus berbeda – beda , sesuai dengan
gangguan yang mereka alami atau pernah mereka alami . Namun pada intinya yang
harus kita lakukan jika menjadi pendidik Seni Tari untuk Anak Berkebutuhan
Khusus adalah memiliki dan menggunakan metode yang tepat untuk mengajari mereka
dengan gangguan yang mereka alami , mengajak mereka untuk mengenal hal baru , membuat
mereka merasa nyaman dengan kehadiran kita sebagai gurunya , belajar di tempat
yang menarik sesekali , mengunjungi tempat – tempat yang berhubungan dengan
Seni Tari , menyaksikan tayangan – tayangan tentang Seni Tari atau tayangan –
tayangan yang menggugah motivasi mereka dan mengajarkan mereka untuk mensyukuri
kehidupan ditengah kekurangan yang mereka miliki.
2.
Dalam melakukan suatu hal pasti ada
kendalanya . Dalam mengajari Seni Tari kepada
Anak Berkebutuhan
Khusus Kendala yang mungkin pendidik tari hadapi adalah sebagai berikut :
1)
Minat Anak Berkebutuhan Khusus yang kurang
terhadap tari
2)
Anak Berkebutuhan Khusus yang malas untuk
mengikuti pelajaran
3)
Anak Berkebutuhan Khusus mudah lelah
ketika diajarkan
4)
Anak Berkebutuhan Khusus yang sulit
dikontrol
5)
Rasa malu Anak Berkebutuhan Khusus pada
hal baru yang eblum mereka kenal dan mereka anggap menyeramkan
6)
Anak Berkebutuhan Khusus mudah merasa
bosan
7)
Intelegensi yang kurang sehingga sulit cukup
untuk mentransfer ilmu kepada Anak Berkebutuhan Khusus dan membutuhkan waktu
yang cukup lama
8)
Anak Berkebutuhan Khusus merasa gerakan
yang diajarkan terlalu sulit dilakukan
9)
Metode
yang diajarkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus kurang tepat
10)
Anak
Berkebutuhan Khusus tidak menyukai pendidiknya
B.
Saran
1)
Berusahalah mengenali
Anak Berkebutuhan Khusus terlebih dahulu , mengerti dan memahami hal yang
mereka rasakan bersabarlah lebih banyak ketika mengajari mereka
2)
Ciptakanlah metode
yang tepat sesuai hal yang terdapat dalam Seni Tari , ciptaakan juga suasana
yang baik diantara guru dan murid agar mereka merasa aman dan nyaman berada
didekat kita
3)
Berikan hati kita kepada
mereka , maksudnya adalah mengajarkan mereka sepenuh hati , ikhlas untuk
mengabdikan diri kepada mereka , agar apa kita berikan kepada mereka dapat
mereka terima dengan baik dan menjadikan mereka pribadi yang lebih baik
4)
Transfer energi
positif yang pendidik tari miliki agar Anak Berkebutuhan Khusus tidak rendah
diri terhadap kekurangan yang mereka miliki namun bahagia dan merasakan keindahan
hidup di dunia ini melalui menari.
Daftar Pustaka
PDF MODUL TOT PENDIDIKAN INKLUSI
://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=kendala+ketika+mengajar+tari
http://ridhojordanf1993.blogspot.com/2013/04/kesulitan-belajar-anak-berkebutuhan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar